skip to Main Content

MetroTVNews.com : Pemerintah Bahas Penurunan Harga Gas untuk Empat Industri

Suci Sedya Utami • Rabu, 27 Dec 2017 21:01 WIB

Jakarta: Pemerintah melalui rapat koordinasi di tingkat Kemenko Perekonomian kembali membicarakan kebijakan penurunan harga gas untuk industri yang belum seluruhnya terimplementasi. Setidaknya dalam paket kebijakan ekonomi jilid III diamanatkan penurunan harga gas untuk tujuh jenis industri.

Namun, baru tiga industri yang dapat diterapkan yakni pupuk, baja, dan petrokimia. Sementara empat lainnya eleochemical, keramik, kaca dan sarung tangan hingga saat ini masih dalam pembicaraan. Adapun penurunan harga gas diharapkan memberi efek positif terhadap pertumbuhan industri tersebut di masa mendatang.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih menyisir komponen yang berhubungan dengan harga gas, salah satunya yakni terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Arcandra menjelaskan pemerintah tengah melakukan formulasi mengenai adanya potensi penurunan PNBP migas apabila harga gas diturunkan. “Tadi kita bahas fokus pada penurunan PNBP. Jika tidak dibebankan, penerimaan negara berapa kurangnya,” kata Arcandra, usai rakor di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Desember 2017.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menambahkan, pemerintah masih akan membicarakan kembali hal tersebut pada Januari 2018 mengingat tahun ini tinggal tersisa beberapa hari lagi sehingga belum bisa dibuat keputusan.

“Belum diputus, diminta hasilnya awal Januari mau dibicarakan,” ujar Askolani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, saat ini harga gas industri di Indonesia rata-rata USD9 per MMBTU. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi dimandatkan agar harganya bisa ditekan pada level USD6 per MMBTU.

“Ya exercise-nya sih disampaikan USD6,3 hingga USD7 koma sekian tadi di well head. Kalau USD8, masih belum sesuai perpres,” pungkas Sigit.

Back To Top